Diagnosa Laboratorium

Gambar 1. Mikroskopis
Gambar 2. Stadium Retortamonas intestinalis 

Retortamonas intestinalis dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis Retortamonas. Identifikasi Retortamonas intestinalis umumnya dilakukan dengan pemeriksaan Mikroskopis, dan pemeriksaan molekuler. Pemeriksaan mikroskopis untuk diagnosis Retortamonas intestinalis dilakukan dengan mengamati bentuk kista atau trophozoit pada spesimen feses. Deteksi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kista atau trofozoit. Untuk pengamatan trofozoit, preparat basah (wet mount) sangat bermanfaat karena memungkinkan pengamatan gerakan khas yang “jerky” atau loncat-loncat, yang menjadi ciri khas organisme ini. Selain itu, preparat permanen dengan pewarnaan  trichrome stain bisa digunakan untuk membantu dalam mem-visualisasikan struktur seluler. Namun, pewarnaan pada flagela sering tidak konsisten, dan ukuran trofozoit yang kecil bisa membuat kesulitan dalam proses identifikasi di bawah mikroskop. Pada pemeriksaan Molekuler masih memiliki keterbatasan untuk identifikasi Retortamonas intestinalis secara spesifik terutama pada penggunaan PCR kuantitatif (qPCR). Namun, pemeriksaan secara molekuler berbasis gen 18S rRNA bisa digunakan untuk membedakan Retortamoniasis intestinalis dengan flagella usus lain. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengonfirmasi adanya Retortamoniasis intestinalis dengan sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibanding metode mikroskopis (Hendarto,2019).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Patogenesis

Gambaran Umum Retortamoniasis