Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Gambaran Umum Retortamoniasis

Gambar
  Retortamonas intestinalis merupakan jenis protozoa flagellata yang masuk dalam golongan non patogen . Retortamonas intestinalis jenis protozoa flagellata yang biasanya hidup dalam usus besar sebagai komensal . Protozoa jenis Retortamonas intestinalis pada usus ini biasanya tidak menyebabkan gangguan kesehatan meskipun kadang dijumpai pada populasi manusia ( Dubik , 2022). Adanya Retortamonas intestinalis dalam tinja dikarenakan adanya kontaminasi pada tinja ( CDC , 2019). 

Patogenesis

Gambar
Gambar 1. Siklus Hidup Retortamonas intestinalis dianggap non-patogenik , dan tidak memicu mekanisme penyakit yang jelas seperti invasi jaringan atau kerusakan sel usus . Organisme Retortamonas intestinalis ini memiliki siklus hidup sederhana ( monoxenik ) yaitu kista dikeluarkan lewat feses, dan bila tertelan lewat makanan atau air yang terkontaminasi akan berkembang menjadi trofozoit di usus besar ( Füssy, 2021 ). Oleh karena itu Retortamoniasis intestinalis mempunyai sifat metabolik anaerob dan adaptasi tertentu sehingga menyerupai diplomonad namun tetap bersifat komensal .

Gejala Retortamoniasis

Retortamoniasis umumnya tidak dikenal sebagai penyakit. Retortamoniasis pada laporan lama menyebut jika Retortamonas mencapai jumlah sangat tinggi di usus, bisa menyebabkan sedikit iritasi pada dinding usus, dan akan menimbulkan keluhan seperti diare ringan atau ketidaknyamanan pada perut. Retortamonas intestinalis penyebab Retortamoniasis umumnya dianggap sebagai non patogen sehingga tidak menyebabkan gejala klinis dalam tubuh manusia ( Garcia, 2018 ). Keberadaan Retortamoniasis intestinalis pada feses juga bisa menandakan adanya risiko co-infeksi dengan parasit patogen lain.

Diagnosa Laboratorium

Gambar
Gambar 1. Mikroskopis Gambar 2. Stadium Retortamonas intestinalis  Retortamonas intestinalis dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis Retortamonas. Identifikasi Retortamonas intestinalis umumnya dilakukan dengan pemeriksaan Mikroskopis , dan pemeriksaan molekuler . Pemeriksaan mikroskopis untuk diagnosis Retortamonas intestinalis dilakukan dengan mengamati bentuk kista atau trophozoit pada spesimen feses . Deteksi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kista atau trofozoit. Untuk pengamatan trofozoit, preparat basah (wet mount) sangat bermanfaat karena memungkinkan pengamatan gerakan khas yang “jerky” atau loncat-loncat, yang menjadi ciri khas organisme ini. Selain itu, preparat permanen dengan pewarnaan  trichrome stain  bisa digunakan untuk membantu dalam mem-visualisasikan struktur seluler. Namun, pewarnaan pada flagela sering tidak konsisten, dan ukuran trofozoit yang kecil bisa membuat kesulitan dalam proses identifikasi di bawah...

Kesimpulan

Retortamonas intestinalis adalah protozoa flagellata non-patogen yang hidup sebagai komensal di usus besar manusia. Parasit ini tidak menyebabkan penyakit dan umumnya tidak menimbulkan gejala, meskipun dalam jumlah besar bisa menyebabkan keluhan ringan seperti diare atau ketidaknyamanan perut. Keberadaannya dalam tinja biasanya disebabkan oleh kontaminasi, dan bisa menjadi indikator adanya infeksi parasit lain. Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis untuk melihat bentuk kista atau trofozoit, serta dapat dikonfirmasi dengan metode molekuler berbasis gen 18S rRNA untuk hasil yang lebih akurat.

Daftar Pustaka

Centers for Disease Control and Prevention. (2019, July 31). DpDx – Nonpathogenic intestinal flagellates. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/dpdx/nonpathogenic_flagellates/index.html Dubik, M., Pilecki, B., & Moeller, J. B. (2022). Commensal Intestinal Protozoa—Underestimated Members of the Gut Microbial Community. Biology, 11(12), 1742. https://doi.org/10.3390/biology11121742 Füssy, Z., Vinopalová, M., Treitli, S. C., Pánek, T., Smejkalová, P., Čepička, I., ... & Hampl, V. (2021). Retortamonads from vertebrate hosts share features of anaerobic metabolism and pre-adaptations to parasitism with diplomonads. Parasitology International, 82, 102308. https://doi.org/10.1016/j.parint.2021.102308 Garcia, L. S., Arrowood, M., Kokoskin, E., Paltridge, G. P., Pillai, D. R., Procop, G. W., ... & Visvesvara, G. (2018). Practical guidance for clinical microbiology laboratories: Laboratory diagnosis of parasites from the gastrointestinal tract. Clinical Mic...